Showing posts with label tv. Show all posts
Showing posts with label tv. Show all posts

Saturday, January 29, 2011

Shiki (2010)

2010 adalah tahun yang menyenangkan bagi penggemar anime, selain kemunculan serial - serial unik seperti Panty and Stocking with Garterbelt dan Tatami Galaxy, beberapa judul horor dengan kualitas yang cukup baik juga ikut bermunculan, seperti  Highschool of the Dead, Bakemonogatari, dan juga kumpulan film pendek, Aoi Bungako. Di pertengahan tahun 2010 kemarin, Studio Daume juga ikut merilis sebuah anime dengan nuansa horor yang cukup kental berjudul Shiki / Corpse Demon. Mengikuti tren pasar yang sedang booming akhir - akhir ini, Shiki mengambil topik tentang vampir. Namun, berbeda dengan vampir modern yang lebih lekat dengan kesan seksi dan romantis, serial ini lebih mirip dengan kisah vampir klasik, dimana vampir merupakan sosok undead yang menyeramkan.

Shiki menceritakan tentang kehidupan di sebuah desa terpencil bernama Sotoba. Kehidupan desa tersebut mulai berubah sejak kemunculan keluarga misterius yang mendiami Kanemasa, istana kuno yang sudah lama tak berpenghuni. Bersamaan dengan kedatangan mereka, perlahan - lahan satu persatu penduduk Sotoba mulai terserang penyakit aneh. Mereka yang terjangkit wabah misterius itu akan terlihat lemas dan pucat seperti tidak bertenaga, jika kondisi seperti itu berlanjut, dalam beberapa hari mereka akan meninggal. Toshio Ozaki, satu-satunya dokter di desa itu, menemukan sesuatu yang janggal dalam fisik para pasiennya, semua memiliki bekas luka seperti habis digigit serangga. Toshio, yang awalnya berpendapat bahwa Sotoba terkena wabah penyakit baru, mulai curiga karena penyakit para pasiennya ini bukanlah seperti penyakit biasa. Tak hanya Toshio, Natsuko Yuuki, remaja yang baru pindah dari kota besar itu juga merasakan hal yang tidak biasa dari wabah yang menyebar di  desa tersebut. Ketika korban dari penyakit aneh itu bertambah banyak, mereka pun mulai mencurigai kalau keluarga misterius itu juga punya andil besar dengan merebaknya kasus aneh tersebut. Apalagi, mereka hanya keluar dari Kanemasa pada waktu malam saja.

Kesan yang saya dapatkan ketika menonton serial ini adalah desain karakternya yang agak nyeleneh, bahkan untuk ukuran anime sekalipun. Rata-rata dari mereka memiliki gaya rambut yang berbentuk aneh, bahkan ada 2 karakternya yang memiliki gaya rambut yang sekilas mirip dengan telinga anjing. Sebuah pilihan desain yang aneh mengingat serial ini bukan serial komedi. Namun, setelah membiasakan diri dengan itu, saya mendapati Shiki merupakan serial anime yang  menarik dan diatas rata-rata. Vampir merupakan satu - satunya hal yang "tidak biasa" di serial ini, sisanya, para tokoh utama dari pihak manusia, digambarkan dengan karakteristik yang real dan tidak mengada-ngada. Tokoh utama Shiki adalah manusia-manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan superpower seperti para vampir tersebut.

Sulit rasanya untuk menceritakan Shiki tanpa harus membeberkan spoiler sama sekali. Sekilas, serial ini terdengar seperti kisah vampir yang biasa- biasa saja. Pendapat itu tidak sepenuhnya salah,  dengan jumlah 22 episode (ditambah bonus 2 episode spesial yang belum dirilis), alur cerita serial ini terasa amat pelan, terutama karena lebih dari 50% nya dihabiskan untuk membangun cerita menuju klimaksnya. Tapi, hebatnya, ini semua dilakukan tanpa membuat penontonnya bosan. Salah satu penyebabnya karena Shiki meluangkan waktunya untuk memperkenalkan karakter sebagian besar penduduk desa Sotoba, dan memberikan "nyawa" kepada mereka. Dengan begitu, penonton juga ikut merasakan kondisi mencekam yang dialami para penduduk desa tersebut. Inilah yang membuat Shiki istimewa, ketegangan dan horor yang dirasakan penonton bukanlah berasal dari desain karakternya atau musik latarnya, tapi karena penonton ikut terbawa masuk ke dalamnya. Aspek tersebut yang membuat Shiki masuk sebagai salah satu dari sedikit anime yang berhasil membuat bulu kuduk saya berdiri.

Seperti yang disebutkan diatas, serial ini menghabiskan sebagian besar episodenya untuk membangun ketegangan. Dan ketika sampai pada klimaksnya, ia tampil mengejutkan lewat twist-nya yang mengubah mood cerita menjadi 180 derajat. Ketika episode terakhir selesai, penonton diajak untuk merenungkan dan memandang keseluruhan cerita ini dari sudut pandang yang lain. Pada akhirnya Shiki bukanlah tentang pertempuran manusia melawan vampir, tapi soal perjuangan bertahan hidup dari kedua kelompok tersebut, dan inilah yang membuat serial ini berbeda dari kebanyakan film dan serial TV vampir yang ada. Terlepas dari desain karakternya, Shiki diluar dugaan saya, ternyata memiliki kedalaman cerita yang lebih jika dibandingkan dengan anime - anime sejenisnya. Lewat kelebihan-kelebihannya itu, tak salah rasanya kalau menyebut Shiki merupakan salah satu serial anime terbaik yang dirilis tahun 2010 kemarin.




Tuesday, January 18, 2011

The Walking Dead Season 1 (2010)

Siapa yang menyangka zombie akan masuk ke dalam televisi dalam bentuk serial seperti ini ? Setelah berpuluh-puluh tahun kita disuguhkan dengan film bertemakan zombie dengan berbagai macam bentuk --berjalan pelan, berlari, bodoh, pintar, kocak, bisa menembak, dan lainnya-- kali ini, Frank Darabont menawarkan sebuah suguhan serial yang cukup baru untuk ranah layar kaca kita. Sutradara kawakan yang terkenal dengan adaptasinya akan karya Stephen King ini memutuskan untuk memproduksi dan juga menyutradarai pilot dari serial yang juga merupakan sebuah adaptasi dari novel grafis tersebut.

Di tengah serbuan serial bertemakan drama, komedi, vampir dan serial romantis bersetting dunia kedokteran yang mulai menjamur di Amerika Serikat, zombie merupakan suatu hal yang cukup mengejutkan mengingat belum tentu serial seperti ini akan menghasilkan rating yang cukup baik. Namun, AMC, stasiun tv kabel yang juga menampilkan Breaking Bad dan Mad Men, berhasil membuktikan bahwa perjudian tersebut tidak sia-sia. The Walking Dead berhasil menembus angka diatas 500.000 penonton dan juga dinominasikan dalam berbagai penghargaan, salah satunya adalah Golden Globe dalam kategori Best Television Series Drama.

Sama seperti film - film zombie lainnya, The Walking Dead menceritakan tentang perjuangan hidup para manusia yang tersisa di tengah hamparan makhluk-makhluk yang lapar akan daging mereka. Kali ini, tokoh utamanya adalah Rick Grimes (Andrew Lincoln), seorang polisi yang tertembak dan terbaring koma di rumah sakit. Ketika terbangun, ia mendapati kalau kondisi tempat tersebut sudah berantakan dan dipenuhi oleh mayat. Tidak hanya rumah sakit saja, kondisi rumahnya pun sudah berantakan dan tidak ada tanda-tanda akan keberadaan istri dan anaknya. Masih dipenuhi dengan rasa kebingungan, ia lalu bertemu dengan seorang ayah dan anak laki-lakinya yang kemudian membawanya ke tempat persembunyian dan menjelaskan perkembangan dunia saat ia sedang terbaring koma. Keesokan harinya, Rick pun mempersiapkan diri dengan berbagai macam senjata dari kantornya, dan memutuskan untuk mencari istri dan anaknya dengan pergi ke Atlanta, kota yang kabarnya dijadikan tempat perlindungan oleh militer. Dalam perjalanan mencari keluarganya tersebut, Rick mulai bertemu dengan para manusia yang tersisa dan bekerja sama untuk dapat bertahan hidup dari serbuan para walkers--sebutan bagi makhluk tersebut-- yang memburu mereka.

Walaupun dihiasi dengan berbagai macam pemandangan menjijikan di sepanjang serial, namun jangan mengharapkan serial ini akan sarat dengan adegan - adegan brutal dan aksi yang mencengangkan. The Walking Dead, pada dasarnya, dapat dilihat sebagai sebuah kisah drama. Intrik - intrik yang dibangun dari karakternya bukan hanya seputar bagaimana mereka dapat bertahan hidup, tapi juga pergolakan moralitas di tengah kehancuran dunia yang sudah terpampang jelas. Akankah moralitas tetap diutamakan dalam dunia dimana kebutuhan primer merupakan sesuatu yang langka ? Kentalnya nuansa drama ini bukan berarti serial ini akan terasa menye-menye dan klise. Sebaliknya, The Walking Dead menawarkan twist yang tidak biasa di beberapa intriknya, walaupun mungkin kisah cinta segitiga di antara para survivors-nya, sedikit mengingatkan kita pada konflik picisan ala sinetron.

Jika mau dibandingkan, dari keseluruhan 6 episode, juaranya mungkin ada pada episode pilotnya, yang disutradarai oleh Frank Darabont sendiri. Dihiasi dengan berbagai visual yang mencengangkan serta adegan - adegan ikonik, seperti kedatangan Rick ke Atlanta dengan seragam lengkap, tas penuh dengan senjata, dan menunggangi kuda, episode yang berjudul Days Gone Bye ini berhasil menawarkan suguhan menarik bagi para calon penggemar yang pada waktu itu penasaran dengan serial ini. Di episode ini, kita dapat melihat pula kualitas special effect dan make up dengan  tingkat kedetailan yang tinggi, dibandingkan dengan episode lainnya yang mengalami sedikit penurunan kualitas.

6 episode, sebagai pemancing rasa penasaran, dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan gambaran kepada para penonton tentang dunia dalam The Walking Dead ini. Kombinasi adegan - adegan brutal dengan kisah drama para pejuang yang tersisa tampaknya tetap akan menjadi fokus utama dalam serial ini. Kabarnya, musim keduanya akan mulai diproduksi bulan Februari besok, dengan jumlah 13 episode, semoga saja dengan kualitas yang serupa atau malah lebih baik lagi.